lampungngapasih.com, Mesuji – Aktivitas sejumlah pabrik penggilingan padi di Kecamatan Rawajitu Utara, Kabupaten Mesuji, Lampung, saat ini dilaporkan terhenti akibat minimnya ketersediaan stok gabah kering untuk proses produksi.
Selain keterbatasan bahan baku, terhambatnya produksi juga dipengaruhi proses pengeringan gabah yang masih dilakukan secara manual sehingga proses penggilingan tidak berjalan maksimal.
Kondisi tersebut berdampak pada sulitnya pemenuhan target penyerapan gabah dan beras untuk kebutuhan Bulog.
Salah satu pabrik penggilingan yang terdampak merupakan milik Edi Supendri di Desa Sidang Gunung Tiga, Kecamatan Rawajitu Utara, Kabupaten Mesuji.
Pabrik tersebut diketahui menjadi mitra Bulog untuk wilayah Tulang Bawang, Mesuji, dan Tulang Bawang Barat.
Edi menyatakan keterbatasan fasilitas pengering gabah menjadi kendala utama dalam meningkatkan kapasitas produksi, terutama saat harus memenuhi target penyerapan gabah dan beras dari Bulog.
Menurutnya, proses pengeringan yang masih mengandalkan cara manual membuat produksi sangat bergantung pada kondisi cuaca.
“Kalau cuaca tidak mendukung, proses pengeringan gabah menjadi lebih lama sehingga produksi ikut terhambat,” ujar edi.
Ia berharap pemerintah dapat memberikan bantuan berupa mesin pengering gabah otomatis agar proses produksi dapat berjalan lebih optimal.
Dengan dukungan fasilitas yang lebih modern, para pelaku usaha penggilingan padi berharap kapasitas produksi meningkat dan target kemitraan dengan Bulog dapat terpenuhi.
Kondisi terhentinya aktivitas penggilingan ini juga dikhawatirkan berdampak pada rantai distribusi beras di wilayah setempat apabila berlangsung dalam waktu lama.


Komentar