LAMPUNG UTARA — Banjir kembali merendam ratusan rumah warga di Kabupaten Lampung Utara (3/2/2026). Bencana yang telah berlangsung selama tiga hari ini melanda dua kecamatan, yakni Kotabumi dan Kotabumi Selatan, dengan ketinggian air mencapai satu hingga dua meter. Ironisnya, hingga hari kedua banjir, warga mengaku belum menerima bantuan dari pemerintah setempat.
Banjir yang melanda wilayah lampung utara akibat curah hujan tinggi yang telah terjadi hingga dini hari. Curah hujan tinggi membuat Sungai Way Sesah dan Way Rarem meluap, sehingga air keluar dari alur sungai dan merendam permukiman warga.
Selain merendam rumah warga, banjir juga mengganggu aktivitas pendidikan. dua sekolah di Kotabumi terdampak, salah satunya SMA Negeri 3 Kotabumi. Di sekolah tersebut, sejumlah ruang kelas terendam air setinggi sekitar 20 sentimeter akibat meluapnya sungai yang berada tepat di sisi sekolah. Kondisi itu memaksa pihak sekolah memulangkan siswa lebih awal.
Ketua RT Rawakarya, Nur Asikin, menyebut sedikitnya 48 rumah di wilayahnya terendam banjir hingga hari ketiga. Ia mengatakan, hingga saat ini belum ada bantuan yang diterima warga, baik berupa sembako, dapur umum, maupun tenda darurat.
“Sudah tiga hari banjir, tapi belum ada bantuan sama sekali. Sementara hujan masih terus turun dan air diperkirakan bisa naik lagi,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Kotabumi, Vivi Evita Rozalifa, mengatakan banjir merendam sekitar 14 ruang kelas. Demi keselamatan, pihak sekolah terpaksa menghentikan kegiatan belajar mengajar dan memulangkan siswa lebih awal.
Kepala BPBD Lampung Utara, Erwin Saputra, menjelaskan total rumah warga yang terdampak banjir di dua kecamatan tersebut mencapai sekitar 300 rumah. Wilayah Rawakarya disebut sebagai daerah terparah dengan ketinggian air mencapai dua meter.
Hingga saat ini, warga masih bertahan di rumah masing-masing sambil menunggu air surut dan bantuan dari pihak terkait.


Komentar
yaallah kasian banget