Pendidikan
Home » Berita » Rektor Unila Ajak Semua Pihak Bersama-sama Dongkrak APK Pendidikan di Lampung

Rektor Unila Ajak Semua Pihak Bersama-sama Dongkrak APK Pendidikan di Lampung

BANDAR LAMPUNG – Rektor Universitas Lampung (Unila) Lusmeilia Afriani menegaskan pentingnya peran semua pihak dalam meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) pendidikan di Provinsi Lampung yang saat ini masih tergolong rendah.

“Ada pekerjaan rumah bersama buat kita di mana APK peminatan masyarakat yang ingin meneruskan pendidikannya cukup rendah,” katanya saat memberikan sambutan pada Dies Natalis Ke-58 FKIP Unila di Bandarlampung, Kamis.

Ia mengungkapkan, dari sekitar 110 ribu lulusan SMA dan SMK di Lampung, baru sekitar 20 persen yang melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Kondisi tersebut menempatkan Lampung pada posisi yang kurang menggembirakan secara nasional.

“Lampung saat ini ada di urutan 35 dari 38 provinsi di Indonesia terkait minat masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah, ini merupakan tanggung jawab kita semua bagaimana dapat meningkatkan pendidikan di Lampung,” kata dia.

Melihat situasi itu, Lusmeilia mengajak para pemangku kepentingan dan orang tua agar tidak berhenti merasa cukup ketika anak lulus SMA atau SMK. Menurutnya, pendidikan tinggi harus menjadi target lanjutan demi peningkatan kualitas sumber daya manusia daerah.

Siswa SMP Bandar Lampung Jadi Korban TPPO di Surabaya, Modus Jadi Terapis Gaji Jutaan

“Tentu hal ini juga harus adanya motivasi yang besar. Pada titik inilah FKIP Unila diharapkan dapat menjadi motor penggerak bagi pendidikan di Lampung yang berpijak pada riset, kepekaan sosial dan semangat kolaborasi berkelanjutan,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung Thomas Amirico menilai rendahnya APK dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya minimnya aspirasi pendidikan anak sejak usia dini.

“Salah satunya yang krusial yakni rendahnya mimpi dan aspirasi pendidikan anak sejak usia dini,” katanya.

Ia menjelaskan, hasil riset menunjukkan masih banyak anak usia tujuh tahun yang belum memiliki cita-cita besar untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi atau ke kota besar.

“Ketika ditanya mau jadi apa, jawabannya masih sangat sederhana dan tidak mengarah pada pendidikan tinggi. Ini berdampak pada rendahnya harapan lama sekolah,” katanya.

Mantan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi Akhirnya Beri Kesaksian di Sidang Korupsi PT LEB

Selain itu, data riset juga mencatat hanya sekitar enam persen lulusan sekolah yang mampu lolos Ujian Tertulis Berbasis Kompetensi (UTBK) setiap tahun. Di sisi lain, siswa dengan kemampuan akademik dan ekonomi yang baik cenderung memilih melanjutkan pendidikan ke kota besar dan kurang berminat masuk perguruan tinggi lokal.

“Namun persoalan muncul ketika mereka tidak lolos seleksi perguruan tinggi nasional, sementara perguruan tinggi lokal dinilai tidak mampu mengakomodasi karena perbedaan standar nilai dan daya tampung. Kondisi ini membuat banyak anak akhirnya tidak melanjutkan kuliah atau beralih ke perguruan tinggi swasta. Ini masalah serius bagi penguatan sumber daya manusia (SDM) lokal,” kata dia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement