Lampung Pemerintahan Pendidikan Peristiwa
Home » Berita » Komisi IV DPRD Tulang Bawang Tinjau SMPN 5 Dente Teladas, Telusuri Kasus Siswa Patah Lengan

Komisi IV DPRD Tulang Bawang Tinjau SMPN 5 Dente Teladas, Telusuri Kasus Siswa Patah Lengan

lampungngapasih.com, Tulang Bawang – Komisi IV DPRD Tulang Bawang melakukan kunjungan ke SMP Negeri 5 Dente Teladas, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang, Rabu siang. Kunjungan tersebut dilakukan untuk mencari fakta terkait peristiwa yang menyebabkan seorang siswa mengalami patah lengan.

Rombongan Komisi IV diterima Kepala SMP Negeri 5 Dente Teladas beserta jajaran dewan guru di ruang kepala sekolah. Dalam pertemuan itu, pihak sekolah dimintai penjelasan mengenai kronologi peristiwa yang menjadi perhatian publik.

Kepala SMP Negeri 5 Dente Teladas, Yepi Nopitalia, menjelaskan bahwa terdapat dua peristiwa berbeda yang sempat menjadi sorotan dan melibatkan siswa yang berbeda pula.

Menurutnya, video yang beredar di media sosial merupakan rekaman perkelahian yang terjadi di dalam kelas pada 18 Juli lalu. Peristiwa tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan antara pihak-pihak yang terlibat.

Namun, tanpa sepengetahuan pihak sekolah, salah seorang siswa merekam kejadian tersebut dan mengunggahnya ke media sosial sehingga menjadi perhatian masyarakat.

Polisi Selidiki Dugaan Perundungan dan Perkelahian Siswa di SMPN 5 Dente Teladas, Satu Siswa Alami Patah Tangan

Sementara itu, kasus patah lengan yang dialami seorang siswa terjadi di luar lingkungan sekolah.

Berdasarkan penjelasan pihak sekolah, peristiwa tersebut berawal dari dugaan aksi perundungan (bullying). Korban yang merasa kesal kemudian sepakat bertemu dengan siswa yang diduga melakukan perundungan di area perkebunan karet. Pertemuan itu berujung perkelahian hingga salah seorang siswa mengalami patah lengan kanan.

Ketua Komisi IV DPRD Tulang Bawang, Agus Nurohman, menegaskan bahwa kedua peristiwa tersebut merupakan kasus yang berbeda dan tidak boleh disamakan.

Ia mengatakan kunjungan dilakukan untuk memastikan informasi yang beredar sesuai dengan fakta di lapangan sekaligus memberikan pembinaan kepada pihak sekolah dan para siswa.

Komisi IV juga mengimbau seluruh siswa agar menghindari tindakan perundungan maupun kekerasan, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah, karena dapat menimbulkan dampak serius bagi semua pihak.

CEO AKIRA Training Center Bedah Strategi Operasional dan SDM Hadapi Ketidakpastian Global di Pesta Wirausaha Sriwijaya 2026

Sementara itu, pihak sekolah menyatakan akan terus memperkuat pengawasan serta pembinaan terhadap peserta didik guna mencegah terulangnya peristiwa serupa di kemudian hari.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement