lampungngapasih.com, Bandar Lampung – Sejumlah anak muda yang tergabung dalam komunitas seni Nusantara Art Project Lampung membuat mural sebagai bentuk simpati dan penghormatan kepada almarhum Bripka Arya Supena yang gugur akibat penembakan saat menjalankan tugas di Kota Bandar Lampung.
Mural tersebut menampilkan lukisan istri dan anak almarhum serta pesan moral yang mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap keamanan lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak kriminalitas.
Karya mural itu dibuat di sekitar lokasi gugurnya Bripka Arya Supena, tepatnya di kawasan Jalan ZA Pagar Alam, Bandar Lampung, yang sebelumnya menjadi tempat terjadinya insiden penembakan saat korban berupaya melakukan penindakan terhadap pelaku pencurian kendaraan bermotor.
Selain sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum, mural tersebut juga menjadi media edukasi bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi tindak kejahatan yang dapat terjadi kapan saja.
Anggota Komunitas Nusantara Art Project Lampung, Edi Bob, mengatakan mural itu dibuat sebagai bentuk empati atas peristiwa yang menimpa anggota kepolisian tersebut sekaligus untuk menyampaikan pesan sosial kepada masyarakat.
“Kami ingin menyampaikan pesan agar masyarakat lebih peduli terhadap keamanan lingkungan dan tidak ragu melapor kepada pihak berwenang apabila menemukan tindak kejahatan,” ujarnya.
Menurut para seniman, seni mural tidak hanya berfungsi sebagai karya visual, tetapi juga dapat menjadi sarana penyampaian pesan kemanusiaan dan kepedulian sosial kepada publik.
Melalui karya tersebut, komunitas berharap masyarakat dapat terus meningkatkan kewaspadaan, menjaga keamanan lingkungan sekitar, serta mendukung upaya pencegahan tindak kriminalitas di wilayah Bandar Lampung.
Diketahui, Bripka Arya Supena gugur setelah mengalami penembakan saat melakukan tugas penindakan terhadap pelaku pencurian sepeda motor di area parkir sebuah toko kue di Jalan ZA Pagar Alam, Bandar Lampung. Peristiwa tersebut sempat menjadi perhatian luas masyarakat dan memicu duka mendalam di kalangan besar kepolisian maupun warga lampung.


Komentar