lampungngapasih.com, Lampung Utara – Kabar duka datar dari dunia militer. Seorang prajurit muda asal Kabupaten Lampung Utara, Lampung, dilaporkan meninggal dunia saat menjalani pendidikan pasukan elite TNI Angkatan Laut, Detasemen Jala Mangkara (Denjaka), di Bumi Marinir Cilandak, Jakarta.
Prajurit teersebut diketahui bernama Zalendra Ferdika. Almarhumah merupakan warga Kelurahan Cempedak, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara.
Suasana duka menyelimuti rumah keluarga korban setelah kabar meninggalnya prajurit berpangkat Prajurit Satu Marinir (Pratu Mar) itu diterima pada Rabu siang sekitar pukul 12.00 WIB melalui sambungan telepon dari kerabat.
Sebelum mengikuti pendidikan Denjaka, Zalendra diketahui berdinas di Batalyon Intai Amfibi 2 Marinir Surabaya. Sejak Januari 2026, ia menjalani pendidikan pasukan elite tersebut dan disebut telah memasuki tahapan akhir setelah hampir lima bulan mengikuti pelatihan intensif.
Pihak keluarga menyebut sebelum berangkat mengikuti pendidikan, almarhum sempat meminta restu dan berpamitan untuk mengikuti seleksi serta pelatihan Denjaka.
Ayah korban, Perly Haryadi, mengaku keluarga terkejut atas kabar meninggalnya sang anak. Hingga kini, keluarga mengaku belum memperoleh penjelasan resmi mengenai penyebab pasti kematian korban.
Beberapa hari sebelum kabar duka diterima, keluarga sempat memperoleh informasi bahwa kondisi kesehatan Zalendra menurun selama menjalani pendidikan.
Namun demikian, pihak keluarga menegaskan belum mendapatkan kepastian terkait penyebab meninggalnya prajurit muda tersebut.
Menurut Informasi yang diterima keluarga, jenazah Pratu Mar Zalendra Ferdika dijadwalkan tiba di kampung halaman pada malam hari dan akan dimakamkan secara militer pada keesokan harinya.
Di mata keluarga dan warga sekitar, almarhum dikenal sebagai sosok yang ramah dan memiliki semangat tinggi sebagai prajurit.
Peristiwa ini turut menjadi perhatian publik karena pendidikan Denjaka dikenal sebagai salah satu pelatihan militer paling berat di lingkungan TNI Angkatan Laut. Satuan elite tersebut merupakan gabungan prajurit pilihan dari Komando Pasukan Katak (Kopaska) dan Batalyon Intai Amfibi Marinir dengan proses seleksi ketat dan tingkat risiko tinggi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sedikitnya empat peserta pendidikan Denjaka dilaporkan meninggal dunia selama proses pendidikan berlangsung. Selain Pratu Mar Zalendra Ferdika asal Lampung Utara, korban lainnya yakni Praka Marinir Moh Dani Fauzan asal Situbondo, KLS Mes Markus Seprianus Sakan asal Kupang, serta Praka Marinir Zaenal Arifin asal Kediri.
Kondisi tersebut memunculkan perhatian publik terkait aspek keselamatan dalam pendidikan pasukan elite. Meski demikian, hingga saat ini belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pasti meninggalnya para peserta pendidikan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak penyelenggara pendidikan Denjaka belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden meninggalnya Pratu Mar Zalendra Ferdika.


Komentar