Infrastruktur Lampung
Home » Berita » Naik Getek Demi Sekolah, Pelajar Lampung Timur Menunggu Jembatan yang Tak Kunjung Dibangun

Naik Getek Demi Sekolah, Pelajar Lampung Timur Menunggu Jembatan yang Tak Kunjung Dibangun

Lampung Timur — Sebuah rekaman video yang menampilkan sejumlah siswa berseragam sekolah menyeberangi sungai dengan menggunakan rakit tradisional atau getek ramai diperbincangkan di media sosial. Peristiwa itu diketahui terjadi di Desa Kali Pasir, Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur. Dalam video tersebut terlihat para pelajar harus berdesakan dengan warga lain saat menyeberang sungai, baik ketika berangkat maupun pulang sekolah.

Menanggapi viralnya tayangan tersebut, Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, menilai kondisi itu sangat berisiko dan dapat membahayakan keselamatan masyarakat, terutama para siswa yang setiap hari harus melewati jalur penyeberangan tersebut.

Ela mengaku telah beberapa kali turun langsung meninjau lokasi penyeberangan tersebut. Ia memastikan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur telah melakukan berbagai upaya agar pembangunan jembatan dapat segera direalisasikan.

Menurutnya, jembatan yang dibutuhkan memiliki bentang sekitar 100 meter. Namun, pembangunan secara mandiri oleh pemerintah daerah belum memungkinkan karena keterbatasan kemampuan anggaran daerah.

“Sejak beberapa tahun lalu, Pemkab Lampung Timur sudah mengusulkan pembangunan jembatan permanen kepada pemerintah pusat, baik melalui Kementerian Pekerjaan Umum maupun lewat program bantuan presiden. Namun sampai sekarang belum dapat terealisasi karena keterbatasan anggaran,” kata Ela.

Siswa SMP Bandar Lampung Jadi Korban TPPO di Surabaya, Modus Jadi Terapis Gaji Jutaan

Sebagai langkah sementara, sambil menunggu realisasi jembatan permanen, pemerintah daerah mengajukan pembangunan jembatan gantung yang diberi nama Jembatan Merah Putih. Rencananya, pembangunan jembatan gantung tersebut akan dilaksanakan oleh pemerintah pusat pada triwulan pertama atau kedua tahun 2026.

Selain itu, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) juga telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan dijadwalkan turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengukuran teknis sebagai tahap awal pembangunan.

Ela juga mengungkapkan bahwa pembangunan jembatan permanen diperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp80 miliar. Sementara kemampuan anggaran Pemkab Lampung Timur saat ini baru mencapai sekitar Rp18,99 miliar atau hampir Rp19 miliar, sehingga masih sangat membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat.

Ia menegaskan, penanganan persoalan di wilayah tersebut tidak bisa dilakukan setengah-setengah. Selain pembangunan jembatan, perbaikan tanggul sungai juga harus dilakukan sebagai bagian dari solusi jangka panjang demi menjamin keselamatan serta kelancaran akses masyarakat.

Mantan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi Akhirnya Beri Kesaksian di Sidang Korupsi PT LEB

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement