lampungngapasih.com, Bandar Lampung – Sejumlah wilayah di Kota Bandar Lampung diselimuti debu hitam pekat yang diduga berasal dari abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. Debu mulai terlihat sejak Sabtu petang dan masih terpantau menyelimuti sejumlah kawasan hingga Minggu siang.
Abu vulkanik yang terbawa angin tersebut menyebar ke berbagai wilayah permukiman dan jalan protokol, sehingga mulai mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari.
Sebelumnya, Gunung Anak Krakatau dilaporkan mengalami erupsi sejak Jumat malam. Material abu yang terlontar ke udara kemudian terbawa angin hingga mencapai wilayah Kota Bandar Lampung.
Sejumlah warga mengaku merasakan dampak langsung dari sebaran abu vulkanik tersebut. Saat beraktivitas di luar rumah maupun berkendara, debu yang beterbangan membuat mata terasa perih dan wajah menjadi lengket akibat partikel abu yang menempel.
Untuk mengurangi paparan debu, banyak warga mulai menggunakan masker, kacamata, maupun penutup wajah saat beraktivitas di luar ruangan.
Di kawasan permukiman, teras rumah warga terlihat dipenuhi lapisan debu berwarna hitam. Warga berupaya membersihkan abu yang menempel dengan menyiram menggunakan air bersih.
Selain itu, kendaraan yang terparkir di halaman rumah maupun di pinggir jalan juga tampak tertutup debu cukup tebal.
Salah seorang warga Bandar Lampung, Veigga Vinosa, mengaku abu vulkanik yang menyelimuti lingkungan tempat tinggalnya cukup mengganggu aktivitas sehari-hari.
Hal serupa disampaikan warga lainnya, Anton Sugiopranoto, yang mengaku mulai membatasi aktivitas di luar rumah akibat kondisi tersebut.
Sejumlah warga memilih mengurangi aktivitas di luar ruangan untuk menghindari paparan abu vulkanik yang dikhawatirkan dapat berdampak pada kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.
Hingga Minggu siang, abu vulkanik masih terlihat menempel di sejumlah permukaan bangunan dan kendaraan di Kota Bandar Lampung. Warga diimbau tetap menggunakan alat pelindung diri saat beraktivitas di luar rumah serta menjaga kebersihan lingkungan guna mengurangi dampak paparan abu vulkanik.


Komentar