lampungngapasih.com, Bandar Lampung – Antrean panjang pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis Biosolar di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dikeluhkan sejumlah sopir truk. Waktu tunggu yang mencapai belasan jam membuat aktivitas pengangkutan barang terganggu karena pengemudi harus menghabiskan waktu di antrean sebelum melanjutkan perjalanan.
Salah satu sopir truk pengangkut pakan ternak, Dadang, mengaku telah mengantre sejak pukul 18.30 WIB hingga keesokan harinya. Namun, saat ditemui, ia mengaku belum mendapatkan Biosolar untuk kendaraannya.
Menurut Dadang, biasanya antrean pengisian Biosolar dapat diselesaikan dalam waktu dua hingga tiga jam. Namun, kondisi kali ini membuat waktu kerjanya tersita jauh lebih lama.
Padahal, ia harus melanjutkan perjalanan untuk mengangkut pakan ternak dari Tanjungan menuju perusahaan tujuan.
Dadang mengatakan lamanya antrean berdampak langsung terhadap jadwal pengiriman barang. Waktu yang seharusnya digunakan untuk perjalanan dan distribusi justru habis untuk menunggu giliran mengisi bahan bakar.
Kondisi tersebut menjadi kendala bagi sopir truk yang harus memenuhi jadwal pengangkutan, terutama untuk pengiriman barang yang membutuhkan ketepatan waktu.
Ia berharap pelayanan pengisian Biosolar dapat kembali berjalan lancar sehingga pengemudi tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mendapatkan bahan bakar.
Dengan antrean yang lebih terkendali, para sopir diharapkan dapat kembali bekerja sesuai jadwal dan distribusi barang tidak terganggu akibat lamanya waktu tunggu di SPBU.


Komentar