lampungngapasih.com, Lampung Selatan – Aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, masih menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. Dalam periode pemantauan selama enam jam, sejumlah gempa vulkanik kembali terekam, mulai dari gempa low frequency, gempa vulkanik dangkal, hingga tremor yang berlangsung secara terus-menerus.
Selain aktivitas kegempaan, rekaman visual yang diambil dari perairan sekitar Gunung Anak Krakatau juga memperlihatkan semburan abu vulkanik yang keluar dari arah kawah gunung.
Berdasarkan hasil pemantauan petugas, kepulan abu vulkanik tampak muncul dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau di tengah masih berlangsungnya aktivitas kegempaan vulkanik.
Data pemantauan aktivitas gunung api periode pukul 06.00 hingga 12.00 WIB mencatat adanya dua kali gempa low frequency dengan amplitudo berkisar antara 13 hingga 17 milimeter.
Selain itu, petugas juga merekam satu kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo mencapai 23 milimeter.
Aktivitas tremor masih terpantau berlangsung secara menerus dengan amplitudo antara satu hingga lima milimeter, dengan amplitudo dominan dua milimeter.
Meski kondisi cuaca di sekitar gunung terpantau berawan, pemantauan terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau terus dilakukan secara intensif oleh petugas.
Saat ini, Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III (Siaga).
Masyarakat, wisatawan, nelayan, maupun pengunjung diimbau untuk tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dan tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.
Aktivitas kegempaan dan tremor yang masih terekam menunjukkan bahwa Gunung Anak Krakatau masih berada dalam fase aktif dan berpotensi mengalami peningkatan aktivitas sewaktu-waktu.
Karena itu, masyarakat diminta tetap tenang, tidak memasuki kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona terlarang, serta selalu mengikuti informasi resmi dari petugas pengamatan gunung api dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terkait perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.


Komentar